Saturday, June 13, 2020

Lulus Tes Prajurit TNI, Putra Papua ini Bikin Bangga NKRI



Diterima Jadi Prajurit TNI, Putra Papua ini Bikin Bangga NKRI


Lulus test dan diterima sebagai prajurit TNI tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pemuda/pemudi di Tanah Air. Namun, tidak semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi prajurit TNI.  Kesan tegas dan disiplin begitu melekat pada prajurit TNI, tentunya menjadi icaran para anakmuda. Inilah yang dirasakan seorang pemuda asal Papua. Ia lolos sebagai prajurit, namun keberadaannya membuat DanRem nya gembira dan terkejut. Apa sebabnya?

Beberapa waktu lalu, rekrutmen prajurit Tamtama PK TNI AD Gelombang I tahun 2020 telah digelar. Saat sidang Parade Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier, ada satu nama putra asal Papua yang membuat Danrem Kolonel Inf Bangun Nawoko terkesan dan terkejut. Ya Dwi Cahyono[1] adalah pemuda dari suku Auyu Kabupaten Mappi, Papua. Tak hanya memiliki nama Jawa. Dwi Cahyono juga dapat berbahasa Jawa dengan lancar.



Saat sidang Parade Pantukhir Calon Tamtama Prajurit Karier digelar, Danrem Kolonel Inf Bangun Nawoko terkesan dan terkejut dengan nama Dwi Cahyono. “Lho namanya orang Jawa. Kenapa bisa namanya orang Jawa?” tanya Danrem.

“Siap bapak mama angkat orang Jawa,” jawab Dwi Cahyono. Menurut informasi dari @tni_angkatan_darat, Dwi Cahyono diasuh oleh pasangan Mardi Santoso dan Parinten. Pasangan ini telah mengasuh Dwi Cahyono sejak usia tiga hari hingga saat ini lulus seleksi calon prajurit TNI AD. Ibu kandung Dwi Cahyono telah meninggal sejak ia lahir, dan kini ia tinggal bersama kedua orang tua angkat nya itu. "Ibunya yang  sebenarnya Yulita Pari Kumuda dan Agustinus Hemi Kumuda (Suku Auyu)”.
“Dan pada saat itu saya lahir, ibu kandung saya meninggal,” kata Dwi Cahyono. “Saya diambil dengan pasangan suami istri orang Jawa yang mengasuh saya, pada saat saya masih berusia tiga hari,” imbuhnya. Perjuangan Dwi Cahyono hingga dapat lolos seleksi patut lah diapresiasi. Sebelumnya, ia sempat gagal pada penerimaan Tamtama PK Gelombang 2 sumber pedalaman tahun 2019 dikarenakan terbatasnya alokasi penerimaan.



Meski demikian, ia tak menyerah. Dwi Cahyono kemudian ikut seleksi tahun 2020 dan dinyatakan lolos sebagai calon prajurit TNI AD.


Ibu angkat Dwi Cahyono, Parinten pun mengungkapkan rasa bahagia dan bangga pada putranya tersebut. Ia mengatakan bahwa putranya itu telah bercita-cita menjadi TNI sejak masih kecil. “Ini cita-citanya itu dari kecil, cita-citanya itu ingin jadi tentara, sekarang sudah diterima, kita ikut senang, ikut bangga sama anakku,” kata Parinten.

Ungkapan Rasa Bangga juga diucapkan Babinsa Koramil[2] 170-07/Keppi yang merupakan pembina mereka. Ia juga menyampaikan bahwa selama berada di Merauke, anak-anak yang berasal dari Mappi semuanya ditampung di rumahnya serta melakukan pembinaan fisik dan psikologi di Kodim 1707/Merauke. "Saya turut bangga, bahwa ada anak binaan kami yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan tamtama, semoga ini akan memacu semangat putra daerah lainnya untuk mengabdikan dirinya melalui TNI AD," ungkapnya.



Dwi Cahyono pun memberikan pesan untuk anak-anak Papua yang ingin menjadi anggota TNI. Ia mengingatkan anak-anak Papua yang ingin menjadi TNI untuk rajin beribadah, berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan, rajin berolahraga, menjaga kesehatan serta tetap bersemangat. "Gawe adik-adik sik nang Papua, sing pengen arep dadi Tentara, ojo lali rajin beribadah, rajin berdoa, dekatkan diri ro Sing Kuoso, dan rajin berolahraga, jogo kesehatane, tetep semangat, sehingga isoh entuk keberhasilan " kata Dwi Cahyono.  Pasti akan lebih banyak lagi Putra-putri  Papua yang akan jadi Prajurit TNI. Prajurit penjaga NKRI.







[1] https://beritabeta.com/lifestyle/lulus-jadi-anggota-tni-putra-papua-ini-bikin-danrem-terkejut/
[2] https://www.merdeka.com/trending/dwi-cahyono-putra-asli-papua-jago-bahasa-jawa-lulus-tni-ad-ini-kisah-perjuangannya.html