Thursday, March 24, 2016
Membangun Halaman Depan Bangsa Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan
Membangun Halaman Depan Bangsa. Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan. Wilayah perbatasan Negara Kepulauan Nusantara merupakan Kawasan perlintasan perdagangan dunia yang begitu strategis. Perdagangan dunia yang menghubungkan dua Samudra dan dua Benua. Sampai saat ini sudah dinikmati dan dirasakan oleh negara tetangga. Singapura dan sebentar lagi Malaysia, dua negara tetangga yang mampu menyuguhkan layanan, sarana dan prasarana kelas dunia yang fungsional dengan cita rasa dan keramah tamahan dari timur. Padahal dari segi apapun, kalau Indonesia bisa menyediakan infrastruktur, menata diri, dan bersolek rupa maka dibandingkan dengan negara manapun di sekitarnya pastilah tetap jauh lebih unggul. Dalam kondisi seperti itulah maka penulisan buku ini.
Buku dengan judul MEMBANGUN HALAMAN DEPAN BANGSA DI PERBATASAN dilakukan. Serial Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan.
Dari sisi ekonomi perbatasan sejatinya harus didukung dengan sarana infrastruktur dan regulasi yang fungsional yang bisa menghadirkan para pengusaha, penggiat bisnis di wilayah perbatasan. Pada lokasi-lokasi tertentu di perbatasan kita harus didukung dengan kehadiran Lapangan Terbang yang mampu dimanfaatkan bagi pergerakan logistik nasional, sarana yang bisa dimanfaatkan untuk pertahanan, bisa dimanfaatkan pesawat tempur bagi pengamanan wilayah. Di perbatasan semestinya ada berbagai sarana ekonomi, baik berupa Ekonomi Khusus, gerai perdagangan atau apalah namanya yang mampu memfasilitasi bagi kelancaran perdagangan barang dan pergerakan orang. Pemda perbatasan di tuntut untuk mempunyai berbagai sarana dan fasilitas penunjang perdagangan dan pariwisata. Pemda perbatasan harus diperkuat dengan kemampuan sesuai dengan kebutuhan realitas dan prediksi perkembangan yang akan ada. Itulah sejatinya ide-ide yang ada pada saat Catatan Blog Seorang Prajurit dari Perbatasan.
Wednesday, March 2, 2016
Prajurit Perbatasan, Catatan Blog Prajurit Perbatasan
Prajurit Perbatasan, Catatan
Blog Prajurit Perbatasan
Catatan itu dirangkai dari
blog www.wilayahperbatasan.com yang sinergis dengan blog www.wilayahpertahanan.com. Menurut
penulisnya, idenya sejak awal adalah sebuah upaya untuk ikut memberikan
sumbangsih pemikiran terkait strategi pembangunan wilayah perbatasan berikut
konsep pertahanannya. Pengalaman penulis yang banyak terlibat dengan
perbatasan, baik sebagai teknisi pelaksana, pengeksekusi program hingga
terlibat dalam pengagas, pengkaji dan pembuat konsep Kebijakan tentang
perbatasan dan pertahanannya meneguhkan penulis untuk membangun blog ini.
Nyatanya sejak tahun 2009 hingga saat ini blog tersebut tidak pernah absen
dalam memberikan masukan-masukan, pandangan serta harapan agar pembangunan
wilayah perbatasan dan strategi pertahanannya bisa lebih baik dari yang ada.
Dalam penulisan Blog ini saya
telah meramunya sedemikian rupa, sehingga ia patut untuk dibaca oleh para
pemerhati atau pencinta wilayah perbatasan. Pertama yang jadi rumusan adalah
mempublikasikan arus pemikiran utama terkait perbatasan, hal ini biasanya saya
angkat dari bahan berbagai diskusi yang mengemuka di lingkungan Kemhan tempat
saya bekerja; kemudian dipadukan dengan berbagai pemikiran serupa dari
lingkungan Perguruan Tinggi atau para ahli yang memang sudah lama menggeluti
perbatasan. Berikutnya dengan memperhatikan tulisan-tulisan yang ada pada media
masa arus utama-khususnya Kompas-Suara Pembaruan-Jawa Pos-Tempo Dll. Sering
saya ambilkan hasil-hasil reportase wartawan mereka-dengan maksud
memperlihatkan pada pembaca Blog terkait isu dan realitas perbatasan secara
nyata. Hal itu lebih diperkaya lagi, setelah adanya Pusat Riset Pertahanan
Perbatasan – Universitas Pertahanan Indonesia, yang sekaligus ikut menjadi
peneliti di dalamnya (2010-2012). Sebagai penulis saya telah mencoba membuat
resep agar isi Blog tersebut layak jadi bahan bacaan yang punya kelas tersendiri,
tetapi tetap sederhana.
Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan
Indonesia dikenal dan sering
disebut sebagai sebuah negara benua maritim. Hamparan lautnya yang luas,
terdiri dari belasan ribu pulau dengan panjang pantai lebih dari 81 ribu km.
Secara geografis Indonesia merupakan
Negara Kepulauan terbesar di dunia dengan poros maritimnya menghubungkan dua
benua (Asia-Australia) dan dua samudra (
Hindia dan Pasifik) jaringan utama perdagangan di belahan dunia timur. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
atau NKRI berbatasan dengan 10 (sepuluh) negara
sahabat yaitu India, Thailand,
Vietnam, Malaysia, Singapura, Filipina, Kepulauan Palau, Papua Nugini,
Australia dan Timor Leste dan di darat berbatasan dengan 3 (tiga) Negara yaitu
; Malaysia, Papua Nugini dan RDTimor Leste. Selain itu terdapat 92 (sembilan
puluh dua) buah pulau kecil terluar yang merupakan halaman Negara dan tiga
belas diantaranya membutuhkan perhatian khusus.
Wilayah perbatasan memiliki
nilai strategis, baik sebagai kedaulatan, sebagai pangkal pertahanan, sebagai
halaman depan kebanggaan juga sebagai titik dasar dalam penetapan garis batas
wilayah territorial, zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen Indonesia.
Sebagai halaman depan bangsa ia sekaligus jadi pusat integrasi perekonomian,
sosial budaya dengan negara tetangga dalam suatu masyarakat Asean dan
Dunia. Karena itu tidak diragukan lagi
perbatasan Negara mempunyai arti penting dalam pembangunan kedaulatan negara.
Kita perlu tahu bagaimana perbatasan itu di tata dan bagaimana cara
pengembangannya. Karena itu ada baiknya kalau Anda berkenan membaca Catatan
Blog seorang Prajurit Perbatasan yang ikut menggeluti dinamika pengembangan dan
pembangunan wilayah perbatasan.
Penyelesaian masalah
perbatasan merupakan amanat dan kewajiban institusional yang harus dilaksanakan
oleh Pemerintah RI. Penyelesaian masalah penegasan perbatasan akan memberikan
kepastian hukum tentang wilayah kedaulatan dan pada gilirannya akan memberikan
ketegasan dan kepastian batas wilayah NKRI. Penyelesaian masalah perbatasan
akan menjamin pelaksanaan pengawasan, pengamanan dan penegakan hukum dan
kedaulatan negara serta perlindungan wilayah NKRI oleh aparat pertahanan negara
dan aparat penegak hukum nasional. Namun
demikian bisa dipahami, penyelesaian penegasan batas wilayah RI dengan negara
tetangga membutuhkan waktu yang lama karena pengaruh berbagai faktor, antara
lain:
Kepentingan nasional masing-
masing negara; dinamika politik dalam negeri masing-masing negara; aspek-aspek
teknis dalam menetapkan klaim batas wilayah; perundingan yang memakan waktu
panjang karena menyangkut hal prinsip kepastian batas wilayah negara; dinamika
tim perunding yang melibatkan berbagai instansi terkait; dan proses ratifikasi
internal masing-masing negara.
Sebelum pemerintahan
Jokowi-JK, masalah yang dianggap jadi kendala
adalah adanya keterbatasan sinergitas antara instansi penegasan batas
itu sendiri yang pada intinya bersumber
pada lemahnya koordinasi, yang pada dasarnya mencerminkan lemahnya kemampuan
manajemen di masing-masing stake holder yang mengawaki permasalahan ini.
Meskipun sudah ada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan besarnya
dinamika yang tumbuh dalam pengelolaan pemerintahan di negara kita, dan
besarnya keinginan untuk mentrasfer berbagai kewenangan yang ada dipemerintahan
pusat ke dearah, dan meski sudah ada UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
daerah yang telah memberikan otonomi atau kewenangan yang lebih besar kepada
daerah. Tetapi kenyataannya malah
sebaliknya jajaran Kementerian/Lembaga dan para stake holder yang terlibat di
daerah perbatasan meski sudah melakukan penyesuasian, tetapi pada persoalan
intinya masih tetap dengan pola lama. Lebih mementingkan Kementerian/Lembaganya
sendiri. Mereka hanya ingin agar mereka lebih banyak dapat anggaran.
Akibatnya adalah tidak adanya
suatu program kerja penegasan batas yang bersinergi secara nasional yang bisa
dihasilkan oleh para stake holder penegasan
batas yang selama ini telah melakukan pekerjaan itu sampai 30 tahun
lebih. Nyatanya negara kita belum punya GRAND DESIGN TENTANG PENYELESAIAN
PENEGASAN BATAS NEGARA secara
keseluruhan. Tidak adanyanya grand design penyelesaian Penegasan Batas, maka secara tidak langsung hal seperti
itu memperlihatkan tidak adanya program kerja yang jelas terkait penyelesaian
Penegasan Batas ini. Memang hal itu juga
tidak bisa terlepas dari keinginan negara tetangga. Tetapi selama ini yang
penulis lihat dan rasakan adalah ketidak siapan Tim perbatasan kita dalam
segala hal. Baik dalam merumuskan tugas visi dan misi pembangunan perbatasan,
pengorganisasian, dan pendanaannya. Padahal salah satu ancaman yang paling
realistik dari kajian Kementerian Pertahanan adalah prihal konflik terbuka yang
diakibatkan persoalan penegasan batas
yang tidak jelas atau belum selesai. Kenyataan seperti ini sesungguhnya sudah
dipahami sejak lama. Tentu kalau kita
membicarakan perbatasan maka tidak akan berahir hanya di sini.
Thursday, December 3, 2015
Prajurit Kowad Dalam Misi Perdamaian PBB, Serma Rita Erna Mayasari
Serma Rita Erna Mayasari: “Sosok Kowad Dalam Misi Perdamaian PBB”
Setiap warga Negara Indonesia baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membela Negara Indonesia. Atas dasar itulah wanita kelahiran 35 tahun lalu ini ingin mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Negara melalui TNI. Menurutnya, dengan menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) merupakan salah satu wujud pengabdian kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Dengan berbekal tekad yang kuat dan motivasi yang tinggi, selepas dinyatakan lulus SMU pada tahun 1997, Rita Erna Mayasari mendaftarkan dirinya untuk bergabung dengan TNI Angkatan Darat di Kodam VI/Tpr yang saat ini telah berubah menjadi Kodam VI/Mlw. Melalui seleksi Secaba Kowad yang sangat ketat, akhirnya Rita dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pendidikan Secaba Kowad di Pusdik Kowad Kodiklat TNI AD Lembang Bandung. Selama kurang lebih satu tahun menjalani pendidikan dasar dan dilanjutkan dengan pendidikan kejuruan Bekang di Cimahi, Bandung, pada tahun 1998 dinyatakan lulus dengan menyandang pangkat Sersan Dua Kowad dan resmi bergabung dengan TNI Angkatan Darat menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat. Awal penugasan, Sersan Mayor (K) Rita sesuai dengan ilmu pendidikan kecabangannya ditempatkan di satuan Perbekalan Denma Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, sampai dengan tahun 1999. Berjalannya waktu Ibu dua putri ini mendapatkan perintah untuk mengikuti seleksi ADC Ibu Kasum TNI, dan selama 2 tahun mendampingi Ibu Kasum. Selanjutnya pada tahun 2000 ditugaskan di staf Kasum TNI yang diperbantukan di bagian administrasi sampai dengan sekarang
Tergabung dalam Satgas Yonif Mekanik
Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL Berawal pada akhir tahun 2010, ada permintaan dari PBB yang membutuhkan personel Wanita TNI untuk bergabung dalam misi perdamaian PBB. Merupakan suatu kebanggan bagi Serma Rita yang ketikan itu, mendapat perintah untuk mengikuti seleksi tersebut. Namun diballik rasa bangga , Serma Rita sempat terpikir apakah tega untuk meninggalkan keluarga terutama anak-anak? Tetapi kembali pada sumpah dan janji sebagai seorang prajurit harus siap melaksanakan perintah. Dukungan terbesar didapatkan dari suami, maka tekad serma Rita untuk mengikuti test tersebut dilanjutkan. Hampir lebih 20 peserta yang mengikuti test hingga akhirnya terpilih masing-masing matra dari Darat, Laut dan Udara untuk mewakili Mabes TNI. Kemudian bergabung dengan rekan-rekan dari masing-masing matra untuk melakukan persiapan memasuki masa pratugas. Test yang dilalui tidaklah mudah dari mulai test kesehatan, jasmani, psikotest, Bahasa Inggris dan komputer. Setelah dinyatakan lulus Rita melakukan berbagai persiapan baik secara mental dan fisik. Saat itu tergabung dalam Satgas Yonif Mekanik
Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL Berawal pada akhir tahun 2010, ada permintaan dari PBB yang membutuhkan personel Wanita TNI untuk bergabung dalam misi perdamaian PBB. Merupakan suatu kebanggan bagi Serma Rita yang ketikan itu, mendapat perintah untuk mengikuti seleksi tersebut. Namun diballik rasa bangga , Serma Rita sempat terpikir apakah tega untuk meninggalkan keluarga terutama anak-anak? Tetapi kembali pada sumpah dan janji sebagai seorang prajurit harus siap melaksanakan perintah. Dukungan terbesar didapatkan dari suami, maka tekad serma Rita untuk mengikuti test tersebut dilanjutkan. Hampir lebih 20 peserta yang mengikuti test hingga akhirnya terpilih masing-masing matra dari Darat, Laut dan Udara untuk mewakili Mabes TNI. Kemudian bergabung dengan rekan-rekan dari masing-masing matra untuk melakukan persiapan memasuki masa pratugas. Test yang dilalui tidaklah mudah dari mulai test kesehatan, jasmani, psikotest, Bahasa Inggris dan komputer. Setelah dinyatakan lulus Rita melakukan berbagai persiapan baik secara mental dan fisik. Saat itu tergabung dalam Satgas Yonif Mekanik
Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL 2010-2011.
Akhir November 2010 kami berangkat menuju Lebanon Penugasan di Lebanon Suatu negara yang dari awal berdiri selalu memiliki konflik terutama dengan Israel. Permasalahan konflik antara Lebanon dengan Israel merupakan permasalahan perbatasan Internasional atau dikenal dengan nama “Blue Line” yang meruncing pada tahun 2006 saat kelompok Hisbullah menyerang patroli perbatasan Israel dan menculik 2 prajurit AB Israel yang kemudian dibalas dengan invasi Israel ke Lebanon selama 34 hari. Akan tetapi dari dalam negeri Lebanon sendiri banyak terjadi gejolak seperti perang saudara dan konflik politik. Tantangan yang tentu saja tidak mudah khususnya bagi kami Wanita TNI untuk bisa menjalankan tugas dihadapkan pada kondisi Lebanon saat itu , juga kulture masyarakat yang boleh dibilang sangat keras wataknya akibat dari negara yang berkonflik. Wanita TNI sebagai bagian integrasi dari TNI turut pula memantapkan kiprahnya sebagai prajurit profesional yang dibangun secara riil dan mengedepankan aspek kemahiran untuk kemiliteran yang di topang oleh aspek moral, etika, disiplin serta kesejahteraan dengan tetap pada jati dirinya sebagai prajurit Sapta Marga.
Akhir November 2010 kami berangkat menuju Lebanon Penugasan di Lebanon Suatu negara yang dari awal berdiri selalu memiliki konflik terutama dengan Israel. Permasalahan konflik antara Lebanon dengan Israel merupakan permasalahan perbatasan Internasional atau dikenal dengan nama “Blue Line” yang meruncing pada tahun 2006 saat kelompok Hisbullah menyerang patroli perbatasan Israel dan menculik 2 prajurit AB Israel yang kemudian dibalas dengan invasi Israel ke Lebanon selama 34 hari. Akan tetapi dari dalam negeri Lebanon sendiri banyak terjadi gejolak seperti perang saudara dan konflik politik. Tantangan yang tentu saja tidak mudah khususnya bagi kami Wanita TNI untuk bisa menjalankan tugas dihadapkan pada kondisi Lebanon saat itu , juga kulture masyarakat yang boleh dibilang sangat keras wataknya akibat dari negara yang berkonflik. Wanita TNI sebagai bagian integrasi dari TNI turut pula memantapkan kiprahnya sebagai prajurit profesional yang dibangun secara riil dan mengedepankan aspek kemahiran untuk kemiliteran yang di topang oleh aspek moral, etika, disiplin serta kesejahteraan dengan tetap pada jati dirinya sebagai prajurit Sapta Marga.
Suka Duka
Dalam pelaksanaan tugas tentu saja, ibu dua orang putra/putri ini mengalami suka dan duka saat di medan tugas. “Harus terpisah dengan keluarga tercinta sudah pasti merupakan hal terberat, tetapi dengan kekuatan dari Sang Maha pencipta saya bisa mengatasi itu semua dengan melakukan komunikasi intens melalui video call di saat pekerjaan selesai atau di sela-sela waktu luang saya, paling tidak bisa mengobati kerinduan pada keluarga terutama kepada anak-anak saya,” kisah Serma Rita. Hambatan lainnya pada penugasan adalah masih adanya ketidakpercayaan dari rekan-rekan pria bahwa para tentara wanita mampu untuk melaksanakan tugas tersebut, hingga tidak jarang terjadi perdebatan, namun hal tersebut dilalui, tentu saja dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik kepada pimpinan hingga akhirnya dapat merasakan bagaimana berpatroli di jalur jalur konflik. “ Setelah mereka tahu bahwa kamipun mampu melaksanakan tugas dengan baik akhirnya para pimpinan yakin bahwa kami bisa melaksanakan tugas yang diperintahkan kepada kami wanita TNI.” Menghadapi masyarakat yang walau terlihat baik tetapi tetap dituntut kewaspadaan yang cukup tinggi, terkadang dihadapkan pada masyarakat yang sangat keras kepala namun dengan pendekatan serta sikap bersahabat kepada mereka hingga akhirnya mereka bisa menerima keberadaan kita dengan baik, sehingga mereka bisa mengatakan love Indonesia. Hal ini terbukti dari sebagian daerah yang menjadi tanggung jawab Indonesia masyarakatnya dapat berbaur dengan kita bahkan Sekjen PBB pun mengakui hal tersebut. Selain itu juga Wanita TNI turut berkontribusi dalam bidang olahraga yang diselenggarakan oleh UNIFIL Wanita TNI khususnya Kowad yang ikut serta dalam beberapa pertandingan diantaranya bulutangkis dan tenis meja. Dengan berbangga hati saat itu saya berhasil meraih Medali Emas pada ganda putri dan Medali perak pada ganda campuran serta Medali Perunggu pada tunggal putri Bulutangkis. Dengan kodratnya sebagai wanita bersama-sama kami juga tak segan-segan untuk menyuguhkan tarian-tarian asli Indonesia dari berbagai adat istiadat yang ada, tentunya kami sudah mempersiapkan sebelum kami malaksanakan penugasan dengan latihan terlebih dahulu beberapa tarian, untuk penyambutan tamu2 dari negara-negara yang berada di Sektor Timur. Komando Sektor Timur dipimpin oleh seorang Perwira tinggi berpangkat Brigjen berasal dari Spanyol dan mempunyai seorang wakil berpangkat Kolonel yang berasal dari Indonesia. Selama satu tahun, isteri dari Khaeruddin ini melaksanakan penugasan di Lebanon dan kembali ke tanah air pada akhir tahun 2011.
(Sumber: http://www.tniad.mil.id/index.php/2015/07/serma-rita-erna-mayasari-sosok-kowad-dalam-misi-perdamaian-pbb/)
Thursday, November 12, 2015
Panduan Seleksi Masuk Prajurit Tni/Polri
Panduan Seleksi Masuk Prajurit
Tni/Polri
oleh harmen aekgarugur
Sebelum Anda mendaftar dan
mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI/Polri, akan jauh lebih baik bila anda
melengkapi pengetahuan Anda tentang seluk-beluk seleksi itu sendiri. Karena
dengan berbekal pengetahuan yang baik dan cukup, maka sangatlah besar
kemungkinan Anda untuk lulus dalam seleksi tersebut.
Kenapa Mereka Gagal? Banyak pemuda indonesia
sesungguhnya ingin menjadi anggota TNI, karena menjadi prajurit TNI memang
menarik dan membanggakan. Kenapa tidak? Di samping bisa mengabdi pada Nusa dan
Bangsa, prajurit memperoleh penghargaan tersendiri dari warga masyarakat.
Prajurit menerima berbagai layanan keprajuritan seperti, perumahan, tunjangan
keluarga, tunjangan operasi, jabatan, rawatan kesehatan, tunjangan
perumahan, tunjangan hari tua, dan
asuransi jiwa. Di samping itu, dan yang tidak kalah menariknya adalah pembinaan
prajurit TNI itu sendiri. TNI adalah salah satu institusi yang membina prajuritnya
secara berlanjut, berjenjang, dan membanggakan. Pembinaan dan pendidikan yang
mengajarkan kepemimpinan secara sistematis
dan sudah teruji di indonesia. Praktis hidup seorang prajurit adalah
rangkaian pendidikan, penugasan, pelatihan dan operasi.
Tetapi ternyata untuk masuk
jadi prajurit TNI itu tidak mudah. Tidak mudah dalam artian, kalau anda memang
tidak cocok jadi prajurit maka itu akan langsung ketahuan. Tidak cocok disini
bisa karena faktor psikologis atau kejiwaaan, faktor kesehatan, intelektualitas,
dan postur tubuhnya sendiri. Secara fisik sesorang calon prajurit bisa terlihat
gagah, tetapi begitu diuji dan di test kesehatan dan kemampuan ideologi dan
intelektualnya ternyata memang dia tidak cocok jadi prajurit TNI. Nah yang
lebih parah lagi, banyak para calon prajurit itu sesungguhnya tidak jelas dan
tidak tahu bagaimana sebenarnya proses seleksi itu dilakukan. Apa saja
sebenarnya yang perlu dipersiapakan agar bisa lolos seleksi jadi prajurit TNI
itu.
Buku ini dimaksudkan sebagai
panduan sederhana dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk Prajurit
baik TNI dan secara umum untuk semua tingkatan baik Perwira, Bintara serta
Tamtama. Karena pada dasarnya, standar tes Seleksi Masuk Prajurit TNI adalah
relatif sama di semua Angkatan, antara lain : Akademi TNI (Akmil, AAL, AAU) dan
Akpol, Perwira Prajurit Karier (Pa PK TNI), Sekolah Penerbang TNI Prajurit
Sukarela Dinas Pendek (PSDP) , Mahasiswa Beasiswa Ikatan Dinas TNI, Bintara
Prajurit Karier TNI (AD/AL/AU/Pol), Tamtama Prajurit Karier TNI (AD/AL/AU) dan
Wanita TNI (Kowad, Kowal, Wara) dan Polwan, yang membedakan adalah pada ke
khususannya masing-masing satuan dan tingkatan atau levelnya sendiri.
Fakta menunjukkan bahwa banyak
sekali Peserta Tes yang gagal atau tidak lulus dalam tes penerimaan Prajurit
TNI, karena mereka memang tidak tahu mau apa? Bisa dibayangkan, tanpa
mengetahui cara dan ragam materi yang akan diujikan tentu Anda pasti kecut dan
frustrasi. Walaupun sebenarnya Anda memenuhi standar untuk menjadi Prajurit
TNI., tetapi karena tidak tahu apa-apa ya malah bingung nggak karuan. Buku ini
diharapkan dapat memberi peluang yang lebih baik untuk mengembangkan bakat atau
potensi yang dimiliki secara maksimal untuk bisa mengikuti tes, Anda diharapkan
bisa lebih siap dalam mempersiapkan diri.
Memang banyak faktor yang
menyebabkan seseorang tidak lulus / gagal dalam tes penerimaan Prajurit TNI,
namun salah satu faktor penyebab yang paling menonjol adalah karena pada
umumnya mereka tidak memiliki pengetahuan yang benar dan cukup tentang seleksi
tersebut. Bisa dibayangkan, jika dalam mengikuti seleksi tanpa bekal
pengetahuan yang memadai, maka sudah pasti seleksi Anda hanya bisa bersifat
pasrah dan untung-untungan. Padahal jika seandainya Anda mempunyai pengetahuan
tentang seleksi, maka hasilnya akan lebih baik karena mempunyai kesempatan
mempersiapkan diri secara lebih optimal sehingga kemungkinan lulus jadi lebih
besar.
Persyaratan administrasi adalah
mutlak. Anda dituntut untuk bisa melengkapi dan menyerahkannya secara lengkap
pada waktunya. Apabila tidak lengkap jangan harap Anda akan dapat panggilan
dari panitia untuk melaksanakan tes berikutnya. Oleh karena itu, hal ini bisa
Anda lakukan dengan mencari informasi yang dibutuhkan melalui media massa atau
website resmi TNI di tiap-tiap angkatan. Apabila Anda ingin mendapatkan
informasi yang lebih jelas lagi maka jangan sungkan atau ragu dengan mendatangi
satuan TNI terdekat, datanglah ke Bagian Personel di instansi TNI tersebut dan
tanyakan informasi yang Anda perlukan. Kalau cara Anda baik, pasti Anda
dilayani dengan baik pula.
Saturday, October 24, 2015
Jadi Prajurit Tidak Susah, Ini Pesan Bagi Mereka Yang Sedang Berjuang Jadi Prajurit TNI
Suatu hari tidak sengaja saya membaca sebuah curhatnya seorang anak muda
yang ingin sekali bisa diterima jadi seorang prajurit. Sebagai salah sorang
mantan prajurit saya bisa merasakan tekatnya. Cobalah baca apa yang dia tuliskan
dalam blognya (http://menjaditni.blogspot.com/2013/02/aku-masih-berjuang.html#more).
Selngkapnya dia tuliskan pada blognya begini:
Aku Masih Berjuang
Ini mungkin sedikit cerita tentang Cita - citaku.
Keinginanku untuk mejadi seorang Prajurit TNI sangat besar,sampai - sampai aku
merelakan segenap hari - hariku selama 3 tahun
untuk berjuang menjadi Prajurit TNI.Tak ada kata menyerah di dalam jiwaku untuk
mengejar cita - cita ku itu...dengan dukungan orang tua,aku yakin pasti bisa menjadi
Prajurit TNI.
Ingin tau bagaimana pertama kalinya aku berjuang?
Berikut sekilas cerita dariku.....Pertama keinginan itu muncul sewaktu aku
masih duduk dibangku SMA,terfikir dibenakku keinginan itu. Setelah waktu
berjalan masa - masa SMA terlewati.Dari ujian nasional yang membuat ku gemetar
tak berdaya karena harus lulus dengan nilai baik. Dari mulai situlah aku merasakan perjuangan yang
sangat berat. Namun setelah aku lewati dengan berbagai cobaan ujian itupun
selesai dan akhirnya aku Lulus dengan nilai Alhamdulillah baik.
Suatu
ketika aku mulai berfikir serius tentang cita - citaku itu. Aku tunggu sampai
adanya pendaftaran. Disuatu saat ada pendaftara SECABA POLISI,aku bertekat mengikutinya
dengan jiwa yang semangat aku jalani pendaftaran dangan senang. Sesampainya
pendaftaran jadwal test pun dimulai,test demi test aku lalui dengan lancar
mulai dari test Penimbangan berat dan tinggi badan,test Psikologi,sesampainya
ditest kesehatan seorang dokter Gigi berbicara "Kenapa gigi anda
berantakan" dari situlah aku mulai berfikhir akankah aku gagal di test
kesahatan ini.
Jadwal
pengumuman test kesahatan pun ditentukan dua hari
berikutnya,setelah dua hari menunggu dengan rasa cemas,deg-degan,gemetar dan
terus berdo'a. Waktu itupun tiba,pengumuman
dikumandangkan,dan akhirnya dugaan keresahan hatiku waktu itupun muncul,benar
aku tidak lolos dites kesehatan tersebut. Pulang dengan rasa
sedih,gelisah,karena dalam pikiran belum bisa membahagiakan orang tua.
Tapi aku
tidak menyerah begitu saja,aku menunggu lagi pendaftaran - pendaftaran
berikutnya,sesampainya berjalannya hari ada pendaftaran TNI - AL,dengan
semangat dan mengucap Bassmallah aku ikuti lagi pendaftaran itu. Pendaftaran
aku lalukan di Surabaya,dengan belum tau tempat pendaftaran tanya kesana -
kesini,dan akhirnya sampai juga ditujuan. Pendaftaran selesai dan waktu test
ditentukan satu minggu kemudian.
Tiba saat test tiba bearngkat dari rumah H-2 sesampainya ditujuan aku
mencari rumah kost untuk melepas lelah dan untuk menjalani berbagai test. Test pun akhirnya tiba,seperti sebelumnya test berat
dan tinggi badan aku lalui dengan lancar,test Psikologi materi pun aku lalui
dengan lancar,sesampainya ditest Psikologi menggambar hal buruk itu lagi muncul
kegagalan malanda diriku kembali.
Dengan
perasaan sedih gelisah dan terdiam aku pulang,tetapi semua kegagalan itu tidak
membuatku putu asa,bahkan aku terus semangat aku harus bisa,cita - cita ku
harus aku kejar meskipun keujung duniapun.Setelah itu aku selalu menjaga fisik
dan berat badanku dengan berlari - lari setiap siang. Tidak peduli panas dengan
tekad yang kuat aku harus bisa selelah apapun tidak aku rasakan.
Selang
beberapa bulan ada pendaftaran IPDN hal sama aku lakukan,aku ikuti kembali
pendaftaran itu dengan pasti rasa semangat,tekad yang kuat,aku yakin
bisa.Pendaftaran terlampaui,test - testpun aku lampaui
dengan lancar,akhirnya test terakhir aku jalani dengan mengucup syukur aku bisa
sampai ketahap akhir. Dengan selalu bedoa aku memohon semoga kali ini aku bisa
masuk. Test pun aku jalani dengan serius,testpun berakhir pengumuman jadwal
siapa yang lolospun jg keluar tanggal kapannya.
Sesampai dirumah aku selalu berdo'a semoga kali ini aku lolos,aku ingin
membahagiakan kedua orang tuaku.
Beberapa hari kemudian hari yang aku nanti - nanti itu pun tiba pengumuman
diucapkan ,siapa saja yang lolos,dipanggil satu persatu nomor calon PRAJA IPDN
dipisahkan antara yang lolos dan yang tidak lolos. Dengan terus berdo'a semoga kelompok yang aku ada
disitu bisa lolos,tapi ternyata yang dibagian kelompokku itu yang tidak
lolos,dengan rasa kecewa,sedih kembali,aku terperangah mendengar pengumuman
itu. Sampai - sampai aku berkata " Ya ALLAH apa salahku,kenapa aku gagal
lagi,aku itu ingin membahagiakan kedua orang tuaku" pulang kembali dengan
perasaan yang sama,tetapi dibenakku tidak ada kata menyerah,aku akan selalu
berusaha selagi aku bisa dan harus bisa. Tiga tahun berjalannya waktu aku memutuskan untuk kembali menuntut ilmu
jenjang perguruan tinggi. Dan akhirnya aku masuk di perguruan tinggi swasta
'STMIK AMIKOM YOGYAKARTA' aku jalani hari - hari dengan kehidupan baru,tetapi
aku tidak akan lupa akan cita - cita ku,aku akan terus kejar sampai aku dapat.
Ditahun ini aku menargetkan ingin serius kuliah dengan
nilai yang baik agar aku bisa mudah mendaftar Calon PERWIRA nanti. Terget
sekarang adalah PERWIRA,aku tidak menyerah begitu saja,meskipun kata orang
mungkin belum rejekinya disitu,tetapi aku tetap bertekad untuk
mengejar cita - citaku itu sampai dapat. Apapun akan aku lakukan supaya bisa masuk
menjadi PRAJURIT TNI.....
Mungkin ini sedikit cerita tentang kehidupanku,dengan
penuh kegagalan. Tetapi aku yakin kegagalan itu adalah
awal dari kesuksesan......."TERIMA KASIH"
Love You Adikku,Pap N Mam.....Aku Akan Membahagiakan
Kalian.
Inilah Nasehatku pada Pemuda perkasa itu serta rekan-rekan senasibnya
Memang harus diakui niat saja sesungguhnya baru modal awal. Tetapi yang
sangat menentukan tentunya adalah strategi dan taktik untuk bisa lolos menjadi
prajurit TNI.
Pertama dan yang utama adalah mempersiapkan diri secara baik dan benar, hal
itu hanya bisa Anda lakukan kalau memang Anda mengeri ilmunya. Salah satunya ya
misalnya dengan membaca buku seperti yang saya tulis ini “ Persiapan Tes Masuk
Jadi Prajurit TNI”. Buku ini ditulis khusus untuk tokoh yang kita bicarakan
seperti diatas tersebut. Namanya sebenarnya adalah Richad. Menurut saya
peluangnya untuk bisa jadi prajurit TNI masih terbuka lebar, asal dia memang
mau mempersiapkan diri dengan baik dan benar.
Subscribe to:
Posts (Atom)






