Friday, March 16, 2018

Penerimaan Calon Bintara TNI AD 2018


Pembukaan Pendaftara Bintara TNI AD TA.2018

Telah Dibuka !

Pendaftaran Bintara TNI AD TA 2018 (Mulai Tgl 1 Feb 2018)

Segera Daftarkan Diri Anda, Negara Dan Bangsa Menunggu Darma Baktimu
Selama Proses Penerimaan Tidak Dipungut Biaya !
Persyaratan
Laki-laki dan atau perempuan, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI;
Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA/SMK            

a.    Persyaratan umum.

1)    warga negara Indonesia;
2)    beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
3)    setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945;
4)    berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 29 September 2016;
5)    tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia;
6)    sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata; dan
7)    tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

b.    Persyaratan lain.

1)    laki-laki , bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI;
2)    berijazah serendah-rendahnya SMA/MA/SMK baik negeri atau swasta yang terakreditasi sesuai kebutuhan, dengan persyaratan nilai rata-rata sebagai berikut :                                 
a)         lulusan SMA/MA/SMK tahun 2011 dan 2012, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6,8;
b)         lulusan SMA/MA/SMK tahun 2013 dan 2014, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6;
c)         lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015, nilai ujian nasional minimal 55;
d)         lulusan SMA/MA/SMK tahun 2016, nilai ujian nasional minimal 50;         
3)    ketentuan nilai rata-rata raport kelas X, XI dan XII  minimal 65.
4)    memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk laki-laki dan 157 cm untuk perempuan serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku;
5)    belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan pertama;
6)    bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun; dan         
7)    bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
8)    harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi :
       (1)       administrasi;
       (2)       kesehatan;
       (3)       jasmani;
       (4)       mental ideologi;
       (5)       psikologi; dan
       (6)       akademik.  
c.    Persyaratan tambahan.
1)   harus ada surat persetujuan orang tua/wali dan orang tua/wali selama proses penerimaan prajurit TNI AD tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggara pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun;
2)   bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud;
3)  tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
4)     bagi yang sudah bekerja harus melengkapi persyaratan sebagai berikut :
a)  melampirkan surat persetujuan/ ijin dari kepala dinas/ jawatan/ instansi yang bersangkutan; dan
b)  bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Bintara PK TNI AD.                     
5)  melampirkan surat keterangan dari Babinsa setempat dengan diketahui Lurah/Kades asal tempat tinggal.
6)    bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung, apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma, jika pelanggaran tersebut ditemukan di kemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.



Jadwal Seleksi

Daft Online                    : Mulai 1 Feb 2018
Daft Ulang Dan Validasi : 13 S.D. 27 Agustus 2018
Pengecekan Awal            : 28 Agustus S.D. 11 Sept 2018
Parade                            : 12 / 13 / 14 Sept 2018
RIK/UJI TK. PUSAT    : 17 S.D. 28 Sept 2018

Pembukaan Pendidikan : 1 Okt 2018

Aspek Penilaian
Materi Penilaian
(1)       Administrasi;
(2)       Kesehatan;
(3)       Jasmani;
(4)       Mental Ideologi;     
(5)       Psikologi; Dan   
(6)       Akademik.

Tata Cara Pendaftaran

Calon mendaftar Online Bintara PK TNI AD melalui website penerimaan prajurit TNI yaitu di alamat http://rekrutmen-tni.mil.id sesuai batas waktu yang telah ditentukan. (Bagi calon yang belum memahami cara mendaftar melalui Online dapat langsung datang ke tempat pendaftaran untuk mendapatkan penjelasan dari petugas pendaftaran bagaimana cara mendaftar dengan membawa persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku)
Cetak Printout formulir pendaftaran
Datang ke Ajendam/Rem terdekat untuk melaksanakan daftar ulang (di luar tanggal yang telah ditentukan adalah tidak sah)
Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti kegiatan seleksi
Ikuti tahapan seleksi yang telah diatur oleh Panda masing-masing
Selama proses kegiatan penerimaan tidak dipungut biaya apapun

Pusat Informasi : Lihat Di Sini

Tempat Informasi Dan Pendaftaran

1.         Kodam I/BB
-           Kodam I/Bb Medan, Jl. Gatot Subroto Km 7,5 Medan, 061-8451300
-           Korem 022/Pt Siantar, Jl. Asahan Km 3,5 Siantar, 0622-7550071
-           Korem 023/Ks Sibolga, Jl. Datuk Imam No. 1 Sibolga, 0631-22805
-           Korem 031/Wb Pekanbaru, Jl. Mayor Ali Rasyid No. 1 Pekanbaru, 0761-33031
-           Korem 032/Wbr Padang, Jl. Samudera No. 1 Padang, 0751-23365
-           Korem 033/Tanjung Pinang, Ds. Sei Timun Km 14 Senggarang Tj Pinang, 0771-7333025

2.         Kodam II/SWJ
-           Kodam II/Swj Palembang, Jl. Urip Sumoharjo Palembang, 0711-713868
-           Korem 041/Gamas Bengkulu, Jl. Pembangunan No 3 Bengkulu, 0736-21446
-           Korem 042/Gapu Jambi, Jl. Dr Ak Gani No. 3 Kel Pasar Jambi, 0741-63053
-           Korem 043/Gatam Lampung, Jl. Teuku Umar 85 Bandar Lampung, 0721-702074
-           Korem 045/Gaya Babel, Jl. Raya Koba Km 28, Kab Bangka Tengah, Bangka Belitung

3.       Kodam III/SLW

-           Kodam III/Slw Bandung, Jl. Boscha No. 4 Bandung, 022-2038102
-           Korem 061/Sk Bogor, Jl Merdeka No. 120 Bogor, 0251-323266
-           Korem 063/Sgj Cirebon, Jl. Brigjen Darsono Cirebon, 0231-2022176
-           Korem 062/Tn Garut, Jl. Bratayudha 65 Garut, 0262-232690
-           Korem 064/My Serang, Jl. Maulana Yusuf No. 9 Serang, 0254-200726

4.         Kodam IV/DIP

-           Kodam IV/Dip Semarang, Jl. P. Kemerdekaan Watugong Semarang, 074-7474738, 7472249

5.         Kodam V/BRW
-           Ajendam V/Brw Malang, Jl. Belakang Rssa No. 1 Malang, 0341-324600
-           Korem 084/Bj Surabaya, Jl. A. Yani Wonocolo Surabaya, 031-324600
-           Korem 081/Dsj Madiun, Jl. Dr Sutomo No. 1 Madiun, 0351-454377
-           Korem 082/Cpyj Mojokerto, Jl. Gajah Mada No. 6 Mojokerto, 0321-321900

6.         Kodam VI/MLW
-           Kodam VI/Mlw Balikpapan, Jl. Jend. Sudirman Balikpapan, 0542-425342
-           Korem 101/Ant Banjarmasin, Jl. Jend Sudirman No. 7 Banjarmasin, 0511-4366930

7.         Kodam VII/WRB
-           Kodam VII/Wrb Makasar, Jl. Urip Sumoharjo Km 7 Makassar, 0411-853108
-           Korem 143/Ho Kendari, Jl. Drs Abdullah Silondai 41 Kendari, 0401-321444
-           Korem 141/Tp Bone, Jl. Orde Baru No 6 Watampone Bone, 0481-21076
-           Korem 142/Ttg Mamuju,

8.         Kodam IX/UDY
-           Kodam IX/Udy Bali, Jl Sudirman Denpasar, 0361-228029
-           Korem 162/Wb Mataram, Jl Malomba Mataram, 0370-621273
-           Korem 161/Ws Kupang, Jl Cendana No 7 Kupang, 0380-632268

9.         Kodam XII/TPR

-           Kodam XII/Tpr Pontianak, Jl. Adisucipto Km 6 Sei Raya Pontianak, 0561-723583
-           Korem 102/Pj Palangkaraya, Jl Imam Bonjol No 5 Palangkaraya, 0561-724435
-           Korem 121/Abw Sintang, Jl. Pangeran Kuning No. 1 Sintang, 0565-2025674

10.         Kodam XIII/MDK
-           Korem 131/Stg Manado, Jl. A. Yani 19 Sario Manado, 0431-862011
-           Korem 132/Tdl Palu, Jl. Pramuka No 44 Palu, 0451-421333

11.       Kodam XVI/PTM
-           Kodam XVI/Ptm Ambon, Jl A Yani Ambon, 0911-352585
-           Korem 152/Bbl Ternate, Jl. Mononutu Ternate, 0921-328006

12.       Kodam XVII/CEN
-           Kodam XVII/CEN Jayapura, Jl. Diponegoro Kel. Gurabesi Jayapura Utara, 0967-533854
-           Korem 173/Pvb Biak, Jl Majapahit Biak, 0981-21471
-           Korem 171/Pvt Sorong, Jl Pramuka 1 Sorong, 0951-331405
-           Korem 174/Atw Merauke, Komp Kodim Folder (Belakang Kel Maro) Merauke, 0971-321707

13.     Kodam XVIII/KSR
-        Kodam XVIII/KSR Manokwari, Jl. Trikora Arfai Manokwari 
-        Korem 171/Pvt Sorong, Jl Pramuka 1 Sorong, 0951-331405

14.       Kodam Jaya Jakarta, Jl Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan Jaktim, 021-8090962
15.       Kodam Im Banda Aceh, Jl Nyak Adam Kamil Ii No B1 Banda Aceh, 0651-266786




Thursday, January 4, 2018

Buku Perbatasan : Gagal Tamtama Tidak Lulus Caba Malah Jadi Perwira


Persiapan Tes Prajurit TNI

Kalau anda sudah pernah gagal masuk prajurit TNI, maka yang penting anda perhatikan adalah jangan sampai putus asa. Banyak prajurit yang telah mengikuti test seleksi sampai beberapa kali, baru bisa diterima jadi Prajurit. Sebenarnya dia sudah beberapa kali mengikuti seleksi masuk prajurit TNI tapi masih selalu gagal. Tapi dia terus berusaha dan ahirnya bisa. Bisa terjadi seorang prajurit sudah pernah mengikuti seleksi Tamtama namun gagal di tahap pertama yaitu kesehatan. Kemudian setelah kegagalan tersebut dia memperbaiki kekurangannya dan mendaftar kembali, kali ini mendaftar seleksi Bintara (satu tingkat lebih tinggi dari Tamtama). Sepintas kita bisa katakan  Tamtama saja tidak lulus apalagi Bintara yang tingkatnya lebih tinggi, namun kenyataan berkata lain. Berkat perbaikan yang dia lakukan kali ini tes tahap kesehatan berhasil dia lalui walaupun harus tetap bersabar karena kembali gagal di tahap Akademis.





Gagal Tamtama Tidak Lulus Caba Tapi Jadi Perwira, Mungkinkah?


Kalau anda sudah pernah gagal masuk prajurit TNI, maka yang penting anda perhatikan adalah jangan sampai putus asa. Banyak prajurit yang telah mengikuti test seleksi sampai beberapa kali, baru bisa diterima jadi Prajurit. Sebenarnya dia sudah beberapa kali mengikuti seleksi masuk prajurit TNI tapi masih selalu gagal. Tapi dia terus berusaha dan ahirnya bisa. Bisa terjadi seorang prajurit sudah pernah mengikuti seleksi Tamtama namun gagal di tahap pertama yaitu kesehatan. Kemudian setelah kegagalan tersebut dia memperbaiki kekurangannya dan mendaftar kembali, kali ini mendaftar seleksi Bintara (satu tingkat lebih tinggi dari Tamtama). Sepintas kita bisa katakan  Tamtama saja tidak lulus apalagi Bintara yang tingkatnya lebih tinggi, namun kenyataan berkata lain. Berkat perbaikan yang dia lakukan kali ini tes tahap kesehatan berhasil dia lalui walaupun harus tetap bersabar karena kembali gagal di tahap Akademis.

Hal tersebut tidak menjadikannya putus asa, dengan pengalaman yang dia dapatkan pada saat mendaftar sebagai calon prajurit TNI dia mencoba mendaftar seleksi menjadi anggota POLRI, namun hasilnya tetap sama tidak diterima.  Tentu sebagai manusia biasa, rasa khawatir dan cemas pun mulai mengganggu jiwanya. Melihat pengalamannya yang selalu gagal, kita bisa simpulkan dia juga akan gagal apabila dia ingin mengikuti seleksi Akademi TNI (perwira) pasti akan gagal lagi karena proses seleksinya jauh lebih ketat. Namun apa yang terjadi?  Dia putuskan untuk ikut seleksi Akademi TNI dan hasilnya sungguh menakjubkan, ternyata dia berhasil lulus. Pengalamannya mengikuti proses seleksi dari tingkat Tantama dan Bintara ternyata telah memberikan  pembelajaran dan perbaikan dalam jiwa dan semangat juangnya, sehingga mengantarkannya lulus menjadi perwira Angktan Darat.

Dari apa yang diceritakan di atas, ada beberapa hal yang perlu anda ambil hikmahnya,  yakni  sikap pantang menyerah, belajar dari pengalaman, dan pembelajaran merupakan suatu sikap yang harus kita pelihara dan terus dijaga pada saat kita menghadapi seleksi. “Gagal di suatu hal bukan berarti kita gagal di hal yang lain sekalipun hal  tersebut lebih tinggi, lebih kompetitif dan lebih tidak mungkin sekalipun. Ingat seperti kata pepatah ; kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.  Kalau anda berjuang maka “Allah maha mengetahui dan mempunyai sesuatu untuk kita”
Kalau Anda sudah sedikit paham dan tetap senang dengan kehidupan seorang prajurit, sudah tahu bagaimana suka dan dukanya dan tetap berniat dan ingin mengikuti seleksi masuk prajurit TNI maka berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dengan sebaik baiknya :
Banyak peserta seleksi masuk menjadi prajurit TNI yang tidak lulus atau gagal disebabkan oleh berbagai faktor. Namun yang paling dominan adalah karena para peserta seleksi tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pola dan bentuk seleksinya itu sendiri serta gambaran cara penilaiannya. Sehingga dalam mengikuti pelaksanaan seleksi masuk prajurit TNI, para peserta seleksi tidak mengerti apa apa saja yang harus dipersiapkan, mata pelajaran apa saja yang harus dipelajari dan ketrampilan seperti apa saja yang harus dilatih. Dengan berbekal pengetahuan yang kurang memadai tersebut, maka bisa dibayangkan dalam melaksanakannya. Kalau dalam proses seleksi masuk menjadi calon Prajurit TNI banyak hal yang tidak dipahami maka tentu saja terjadilah berbagai kesalahan yang seharusnya dapat dihindari atau diantisipasi. Untuk mengetahui apa yang menjadi sumber kesalahan para peserta seleksi dan bagaimana untuk mendapatkan solusinya, maka ada baiknya Anda memperhatikan berbagai hal sebagai berikut :


PERSYARATAN ADMINISTRASI. Persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam mengikuti seleksi masuk prajurit TNI, sebenarnya telah diumumkan atau disampaikan pada saat pengumuman pendaftaran atau ada di Website TNI. Namun karena kurangnya kepedulian dan ketelitian serta tidak tahunya istilah yang dipergunakan sering sekali membuat bingung calon pengikut seleksi dan menyebabkan peserta seleksi tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi  dan dinyatakan gagal atau tidak bisa mengikuti seleksi.  Seharusnya para peserta seleksi harus mengetahui, apa saja persyaratan administrasi yang diperlukan. Anda harus tahu berapa banyak kelengkapan persaratan administrasi, misalnya masing-masing rangkap tiga, rangkap dua dll.

Kemudian harus tahu persis jadwalnya, kapan batas waktu yang ditetapkan oleh panitia untuk menyerahkan persyaratan administrasi tersebut. Apakah lewat Online atau harus datang sendiri dll.  Dengan mengetahui secara deteil hal tersebut diharapkan, peserta seleksi akan lebih siap menghadapi tes administrasi dan memperkecil kemungkinan kegagalan atau tidak lulus dalam tes administrasi tersebut. Meskipun secara umum prosentase kegagalan pada tahap seleksi administrasi ini cukup kecil atau sekitar 10 - 20 % namun tetap harus diperhatikan. Karena jangan sampai Anda termasuk orang yang gagal pada seleksi administrasi.

TIDAK MEMERIKSAKAN KESEHATAN. Tidak Memeriksakan Kesehatan Terlebih Dahulu. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyaknya  peserta seleksi yang gagal seleksi masuk prajurit TNI atau kalau dipresentasi bisa diatas rata-rata 50 % adalah disebabkan tidak lulus atau gagal pada Tes Kesehatan. Pada umumnya baik orang tua maupun peserta seleksi banyak yang masih awam tentang kesehatan mereka sendiri. Secara fisik bisa jadi mereka terlihat sehat, baik dan tegap tetapi sesungguhnya mereka punya kelemahan dalam hal kesehatan. Hal lain yang sering terjadi karena tidak tahu atau tidak mengerti bentuk tes kesehatan itu meliputi apa saja dan bagaimana standar kelulusannya.
Disamping itu, untuk mengetahui hal tersebut baik orang tua maupun peserta seleksi biasanya tidak tahu bertanya kepada siapa tentang Tes Kesehatan ini. Karena itu tidak ada salahnya kalau orang tua dan anaknya atau peserta seleksi menanyakan hal ini ke Dokter Tentara atau Rumah Sakit Militer terdekat. Biasanya malah di RS Militer sudah menyediakan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Prajurit. Kalau itu jauh dari lokasi Anda, bisa juga menanyakan hal tersebut ke saudara atau kenalan yang kebetulan sudah jadi prajurit. Kalau Anda datang baik-baik pasti mereka akan senang hati menjelaskannya pada Anda.

Kalau Anda sudah tahu apa saja persyaratan tes kesehatan itu, maka ada baiknya juga Anda mengetahui terlebih dahulu tentang kesehatan Anda sendiri. Sebab akan jadi percuma Anda mendaftarkan diri untuk ikut seleksi tetapi sesungguhnya kesehatan Anda sendiri tidak memenuhi persyaratan tersebut. Untuk itu ada baiknya Anda periksakan dulu kesehatan Anda kepada Dokter atau ke Dokter militer untuk mengetes kesehatan Anda sendiri. Katakan terus terang kalau Anda ingin masuk militer dan mohon agar Dokter mengecek kesehatan Anda dan sekaligus mintakan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk bisa memenuhi persyaratan kesehatan masuk prajurit tersebut.

Karena itu untuk memperoleh hasil yang lebih baik atau agar lebih besar peluangnya untuk lulus, maka ada baiknya peserta seleksi harus melaksanakan tes kesehatan pendahuluan dengan tujuan untuk mengetahui potensi dan kelemahan diri sendiri di bidang kesehatan dan apabila ada kekurangan agar penyakit bisa diobati terlebih dahulu. Yang disebut kualitas kesehatan yang baik itu bila: Anda mempunyai tekanan darah ideal 120/80; detak Jantung ideal 60-90; HB darah ideal 14-16 gr; gula darah Anda normal; kadar kolestrol normal; hasil Rongent Paru-paru normal; gigi sehat; tidak menderita Ambeien atau wasir; tidak menderita Varikokel; tidak menderita Varises; jantung Anda sehat; mata normal dan tidak buta warna; tambahan lagi kalau berenang Anda bisa gaya bebas minimal dapat 25-50 meter. Sekarang ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam hal pengobatan sehingga bisa memenuhi standar kelulusan tes kesehatan, sehingga lolos dari seleksi kesehatan.


Kalau sudah tahu kesehatan Anda baik dan memenuhi syarat mengikuti seleksi prajurit TNI barulah kemudian mempersiapkan KESEMAPTAAN, melatih kemampuan dan daya tahan tubuh sendiri. Secara garis besarnya TNI mensyaratkan calon prajurit mereka punya kemampuan Fisik lebih kurang seperti ini: Mampu lari sejauh 2700 meter dalam waktu 12 menit; dapat melakukan Pull-Up sebanyak 15-18 kali dalam satu menit; bisa Sit-Up sebanyak 45 kali dalam waktu satu menit; mampu melakukan gerakan Push UP sebanyak 45 kali dalam satu menit; dan dapat melaksanakan gerakan Settle Run dalam waktu 17-19 detik. Sebagai calon prajurit anda harus mampu melakukannya dengan baik. Kemudian tingkatkan pengetahuan umum anda. Pengetahuan umum dengan level anak-anak lulusan SLTA. Kalau hal-hal seperti itu bisa anda kerjakan dengan baik. Saya percaya Anda akan diterima jadi Prajurit TNI. Selamat Mencoba. 


Sunday, December 24, 2017

Persiapan Tes Masuk Prajurit TNI, Percaya Pada KemampuanMu Sendiri


Persiapan Tes Masuk Prajurit TNI, Percaya Pada KemampuanMu Sendiri

Anda bisa bayangkan sendiri. Kalau Anda memiliki pengetahuan tentang ragam atau jenis, bentuk dan contoh soal serta standar tesnya, maka Anda akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk bisa mempersiapkan diri lebih dini dan lebih baik. Dengan demikian untuk bisa berhasil dan lulus dalam Seleksi Masuk Prajurit TNI kian besar buat Anda. Jadi biasakan dalam segala hal melakukan persiapan dengan baik, berusaha secara optimal. Jangan pernah berpikir cara lain misalnya lewat KKN, lewat NYOGOK ATAU BERBUAT CURANG lainnya. Karena hal-hal seperti itu hanya akan MEMPERTEBAL KERAGUAN PADA KEMAMPUAN DIRI ANDA SENDIRI. Yang benar persiapkan diri secara baik, berusaha maksimal dan sertai dengan berdoa yang khusuk, selebihnya serahkan pada Allah yang maha besar.
Banyak pemuda indonesia sesungguhnya ingin menjadi anggota TNI, di samping bisa mengabdi pada Nusa dan Bangsa, prajurit juga memperoleh penghargaan tersendiri dari warga masyarakat disamping itu prajurit menerima layanan kedinasaan seperti, perumahan, tunjangan keluarga, tunjangan operasi dan jabatan, rawatan kesehatan, tunjangan hari tua, dan asuransi jiwa. Di samping itu, pembinaan prajurit TNI adalah salah satu institusi yang membina prajuritnya secara berlanjut dan berjenjang, pendidikan yang mengajarkan kepemimpinan secara sistematis dan sudah teruji di indonesia. Praktis hidup seorang prajurit adalah rangkaian pendidikan, penugasan, pelatihan dan operasi.
Buku ini dimaksudkan sebagai panduan sederhana dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk Prajurit baik TNI dan secara umum untuk semua tingkatan baik Perwira, Bintara serta Tamtama. Karena pada dasarnya, standar tes Seleksi Masuk Prajurit TNI adalah relatif sama di semua Angkatan, antara lain : Akademi TNI (Akmil, AAL, AAU) dan Akpol, Perwira Prajurit Karier (Pa PK TNI), Sekolah Penerbang TNI Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) , Mahasiswa Beasiswa Ikatan Dinas TNI, Bintara Prajurit Karier TNI (AD/AL/AU/Pol), Tamtama Prajurit Karier TNI (AD/AL/AU) dan Wanita TNI (Kowad, Kowal, Wara) dan Polwan, yang membedakan adalah pada ke khususannya masing-masing satuan dan tingkatan atau levelnya sendiri.




Suka atau tidak kalau Anda mau mengikuti tes jadi prajurit TNI Anda pasti merasakan betul perlunya informasi terkait cara mengikuti seleksi prajurit TNI. Karena itulah maka buku ini sangat penting bagi Anda karena dari buku ini dipercaya Anda akan memiliki pengetahuan lengkap tentang seleksi masuk Prajurit TNI  dan jelas akan sangat berpengaruh terhadap cara Anda dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi. Anda bisa bayangkan sendiri. Kalau Anda memiliki pengetahuan tentang ragam atau jenis, bentuk dan contoh soal serta standar tesnya, maka Anda akan mempunyai peluang yang lebih besar untuk bisa mempersiapkan diri lebih dini dan lebih baik. Dengan demikian untuk bisa berhasil dan lulus dalam Seleksi Masuk Prajurit TNI kian besar buat Anda. Jadi biasakan dalam segala hal melakukan persiapan dengan baik, berusaha secara optimal. Jangan pernah berpikir cara lain misalnya lewat KKN, lewat nyogok atau berbuat curang lainnya. Karena hal-hal seperti itu hanya akan mempertebal keraguan pada diri Anda sendiri. Yang benar persiapkan diri secara baik, berusaha maksimal dan sertai dengan berdoa yang khusuk, selebihnya serahkan pada Allah yang maha besar.

Fakta menunjukkan bahwa banyak sekali Peserta Tes yang gagal / tidak lulus dalam tes penerimaan Prajurit TNI, karena mereka memang seolah terjun langsung. Bayangkan bila Anda seorang anak muda bisaa, meskipun Anda sehat fisik dan mental serta punya semangat yang bagus, tetapi tiba-tiba di suruh terjun payung dari pesawat. Anda pasti grogi dan takut, dan tentu saja akan sangat berbahaya dan fatal. Demikian juga dengan mengikuti seleksi masuk prajurit TNI. Tanpa mengetahui cara dan ragam materi yang akan diujikan tentu Anda pasti kecut. Walaupun sebenarnya Anda memenuhi standar untuk menjadi Prajurit TNI. Buku ini diharapkan dapat memberi peluang yang lebih baik untuk mengembangkan bakat / potensi yang dimiliki secara maksimal untuk bisa mengikuti tes, Anda diharapkan bisa lebih siap dalam mempersiapkan diri.Memang banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak lulus / gagal dalam tes penerimaan Prajurit TNI, namun salah satu faktor penyebab yang paling menonjol adalah karena pada umumnya mereka tidak memiliki pengetahuan yang benar dan cukup tentang seleksi tersebut. Bisa dibayangkan, jika dalam mengikuti seleksi tanpa bekal pengetahuan yang memadai, maka sudah pasti seleksi Anda hanya bisa bersifat pasrah dan untung-untungan. Padahal jika seAndainya Anda mempunyai pengetahuan tentang seleksi, maka hasilnya akan lebih baik karena mempunyai kesempatan mempersiapkan diri secara lebih optimal sehingga kemungkinan lulus jadi lebih besar.

Kalau Anda mau sesungguhnya pengetahuan tentang Seleksi Masuk Prajurit TNI dengan mudah dapat diperoleh dari internet atau dari mana saja baik dari Buku, Majalah, Koran atau bahkan menanyakan langsung kepada prajurit itu sendiri. Namun dalam prakteknya, banyak dari mereka yang kurang peduli atau mau menggabungkan berbagai informasi tersebut sehingga jadi informasi yang lengkap. Dengan memiliki Buku ini, saya percaya Anda akan mendapatkan informasi yang Anda perlukan dan bahkan lebih dari cukup sebagai bekal Anda dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi.
Salah satu kenyataan pahit yang paling ditakuti oleh seorang pelamar adalah kegagalan. Susahnya lagi, tidak sedikit bahkan sebagian besar dari para pelamar justeru mengalami kegagalan. Hal ini terjadi karena keterbatasan jumlah  peserta yang di terima dibandingkan dengan jumlah peserta yang melamar. Perbandinganya bisa 2,3 sampai 4 kali lipat dari jumlah peserta yang diterima. Hal ini merupakan tantangan bagi Anda untuk benar-benar bisa menyiasatinya, dan sejak awal berniat untuk kompetisi secara fair dan tentunya dengan cara cara yang sehat. Sebagai langkah awal untuk menyiasati semua ini, kita harus mengetahui apa saja kira-kira yang menjadi penyebab kegagalan tersebut.

TidakMempunyai Informasi yang Akurat

Merupakan kesalahan yang fatal adalah apabila Anda memperoleh informasi yang tidak akurat mengenai proses seleksi prajurit TNI. Hal tersebut diibaratkan kalah sebelum perang dimulai. Informasi ini sangat penting peranannya untuk mengantarkan Anda agar menjadi peserta yang lulus. Informasi yang tepat akan menjadi modal dan sumber acuan bagi Anda dalam menyiapkan, merencanakan dan melaksanakan seluruh proses seleksi dengan sebaik-baiknya. Perlu dipahami bahwa ketidak tahuan Anda bisa jadi akan menyebabkan beberapa persyaratan administrasi yang wajib dilengkapi menjadi tidak lengkap, pelaksanaan tes kurang berjalan optimal dan tidak mustahil dalam proses seleksi Anda bisa melakukan hal-hal yang justru akan menjatuhkan nilai Anda sendiri.

Persyaratan administrasi adalah mutlak. Anda dituntut untuk bisa melengkapi dan menyerahkannya secara lengkap pada waktunya. Apabila tidak lengkap jangan harap Anda akan dapat panggilan dari panitia untuk melaksanakan tes berikutnya. Oleh karena itu, hal ini bisa Anda lakukan dengan mencari informasi yang dibutuhkan melalui media massa atau website resmi TNI di tiap-tiap angkatan. Apabila Anda ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi maka jangan sungkan atau ragu dengan mendatangi satuan TNI terdekat, datanglah ke Bagian Personel di instansi TNI tersebut dan tanyakan informasi yang Anda perlukan. Kalau cara Anda baik, pasti Anda dilayani dengan baik pula.

Lulus Tapi Tidak Diterima

Bisa jadi semua informasi yang Anda perlukan sudah didapat dan benar. Bisa terjadi nilai Anda sudah lumayan bagus, namun tetap saja tidak lolos, hal ini di karenakan nilai peserta lain lebih tinggi daripada nilai Anda. Oleh karena itu Anda harus mengetahui berapa nilai maksimal yang bisa Anda peroleh pada tes tahap tertentu. Karena itu untuk amannya Anda harus punya target. Kalau misalnya calon yang akan diterima jumlahnya hanya 200 orang, maka nilai Anda harus bisa mencapat “the best 100”. Karena Anda harus berpikir bahwa “the best 100” adalah angka yang aman. Alasannya TNI juga akan sangat memerlukan personel yang punya nilai baik, tetapi juga kadang mereka punya kebijakan affirmasi pada saat penerimaan. Misalnya adanya pengaruh kebijakan dan pertimbangan lain, misalnya memberikan prioritas pada daerah tertentu, sehingga meski nilainya agak kurang tetapi bisa saja harus di luluskan dsbnya.Saya sendiri adalah mantan prajurit, dan selama pengabdian 30 tahun dalam kedinasan sering juga membantu saudara atau anak sahabat dalam mempersiapkan diri mereka yang ingin masuk atau menjadi prajurit TNI. Tetapi memang pada umumnya mereka buta sama sekali tentang seleksi masuk prajurit TNI. Karena itu saya berusaha mengumpulkan bahan / materi dari berbagai sumber sesuai keahlian / bidangnya masing-masing yang terkait dengan Tes Penerimaan Prajurit TNI sehingga isi dari Buku ini cukup memadai dan diharapkan dapat berguna bagi siapa saja yang akan melaksanakan persiapan mengikuti seleksi penerimaan Prajurit TNI. Pada awalnya bentuknya sangat sederhana dan hanya saya berikan pada mereka untuk dibaca dan ternyata kata mereka “catatan-catatan” ini sangat bermanfaat bagi mereka. Itulah awal mulanya buku ini dibuat

Meski demikian bukan berarti bahwa dengan memiliki Buku ini Anda akan punya suatu jaminan buat Anda untuk lulus dalam seleksi masuk Prajurit TNI. Saya sebatas berusaha memberikan informasi tentang inspirasi dan semangat, juga bentuk, tahapan, contoh dan standar tes penerimaan Prajurit TNI. Selebihnya yang akan menentukan lulus / tidaknya Anda dalam tes penerimaan Prajurit TNI adalah diri Anda sendiri, serta Izin dari yang maha kuasa. Sebab jangan lupa jadi prajurit itu juga adalah panggilan jiwa, restu dari orang tua dan izin sang pemilik alam. Kalau Anda ingin menjadi seorang prajurit sesuai panggilan hati Anda, maka pemanfaatan waktu Anda sungguh sudah tertata dengan rapi, sarana dan prasarananya meski sederhana tetapi sudah ada. Begitu juga dengan instruktur yang melatih Anda agar jadi seorang prajurit tangguh semua sudah tersedia. Hanya tinggal menjalankan dengan perhatian yang sungguh-sungguh. Apakah hidup seperti itu menyenangkan Anda atau tidak ? Itu sangat tergantung niat Anda jadi prajurit tadi. Kalau Anda pada dasarnya memang hanya sekedar mencari pekerjaan, maka khidupan seperti ini adalah sebuah malapetaka, karena Anda tidak lagi bisa bebas. Tetapi kalau Anda prajurit sejati, maka cara hidup spartan seperti ini adalah sebuah kegembiraan.Anda berada dalam lingkungan sahabat satu Korps yang saling mendukung dan saling menghargai untuk kemaslahatan bersama dan nama baik satuan.

Nasehatku Bagi Para Calon Prajurit TNI

Memang harus diakui niat sesungguhnya merupakan modal awal yang tidak terhingga besarnya Tetapi yang sangat menentukan tentunya adalah strategi dan taktik untuk bisa lolos menjadi prajurit TNI dan jangan lupa takdirmu sendiri. Kau harus berupaya maksimak, tapi upayanya harus secara total. Kuasai ilmunya, latih fisik secara spartan dan iringi dengan Doa. Selebihnya pasrahkan pada yang maha kuasa. Bisa jadi DIA punya sesuatu yang lebih baik untukmu. Pertama adalah mempersiapkan diri secara baik dan benar, hal itu hanya bisa Anda lakukan kalau memang Anda mengerti ilmunya. Salah satunya ya misalnya dengan membaca buku seperti yang saya tulis ini “ Persiapan Tes Masuk Jadi Prajurit TNI”. Buku ini ditulis khusus untuk pemuda seperti Anda.  Menurut saya peluangnya Anda untuk bisa jadi prajurit TNI masih terbuka lebar, asal memang mau mempersiapkan diri dengan baik dan benar. Kedua pergilah ke dokter lebih baik lagi dokter tentara, biasanya mereka ada di rumah sakit militer. Di kotamu atau pasti ada rumah sakit yang seperti itu, kalau tidak ada ya dokter umum juga tidak jadi persoalan. Yang penting anda ketahui sebenarnya adalah kualitas kesehatan Anda sendiri. Yang disebut kualitas kesehatan yang baik itu adalah yang mempunyai keriteria sebagai berikut: Anda mempunyai tekanan darah ideal 120/80; detak Jantung ideal 60-90; HB darah ideal 14-16 gr; gula darah Anda normal; kadar kolestrol normal; hasil Rongent Paru-paru normal; gigi sehat; tidak menderita Ambeien/wasir; tidak menderita Varikokel; tidak menderita Varises; jantung Anda sehat; mata normal dan tidak buta warna; tambahan lagi kalau berenang Anda bisa gaya bebas minimal dapat 25-50 meter.

Kalau kesehatan Anda ternyata hasilnya baik maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kemampuan fisik secara baik, dalam hal ini anda bisa pada Bab III Persiapan Mengkuti Tes Kesemaptaan Jasmana. Seperti kita ketahui, kesemaptaan itu terbagi pada dua bagian Samapta A dan B. Pada samapta A anda dituntut untuk mampu lari sejauh lebih dari 2400 meter dalam tempo 12 menit. Untuk bisa mencapat nilai 100 Anda harus bisa lari sejauh 2800 meter dalam 12 menit. Ingat untuk mencapai target itu tidak mudah, Anda bisa bayangkan pelari terbaik dunia saja perlu waktu 10 menit untuk bisa mencapai jarak 3000 meter. Nah sekarang cek kekuatan lari Anda, kalau baru bisa dibawah 2400 meter itu berarti nilai anda baru 5. Anda perlu melatih lari anda sehingga pada saatnya tes tiba anda mampu mencapai 2800 meter.
Begitu juga dengan ke samaptaan B nya, sekarang coba kemampuan Push-Up, Sit-Up, Pull-Up dan shuttle run Anda. Lihat gerakan yang benar dan berapa nilainya pada Bab III, dan periksa kemampuan Anda. Saya percaya nilainya paling banter baru mencapai rata-rata 60 persen atau malah masih kurang dari itu. Kenapa saya sebut demikian? Karena untuk mencapai nilai terbaik atau 100 itu Anda memang harus benar-benar melakukan persiapan atau latihan secara benar dalam waktu lama. Katakan dalam waktu satu tahun secara terus menerus. Dengan kata lain Anda harus melakukannya sungguh-sungguh dan profesional. Padahal banyak anak muda melakukan latihan persiapan ini seadanya saja bahkan seolah malu-malu atau hanya seingatnya saja. Anda jangan berbuat seperti itu.
Secara bersamaan anda juga harus mempersiapkan Tes Mental Ideologi. Ingat TNI itu adalah benteng negara yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila. Karena itu Anda harus paham benar apa itu Panca Sila. Perlu Anda pahami, Mental ideologi adalah kondisi jiwa seseorang terhadap keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin dinyatakan/diwujudkan dalam kenyataan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk bisa menjawab dengan baik dalam tes mental Ideologi: anda perlu mempersiapkan kemampuan diri anda terkait :

  •      Anda harus Paham Tentang Pancasila dan UUD 1945, kemudian setia kepada Pancasila dan mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  •     Taat pada Hukum dan UU yang berlaku, pastikan bahwa anda patuh kepada hukum dan perundang-undangan yang berlaku
  •      Pahami apa itu NKRI dan jadikan diri anda untuk bisa mempunyai rasa cinta dan mampu  memelihara dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  •     Setia kepada pemerintah Republik Indonesia yang sah
  •      Memiliki wawasan kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  •      Mmemlihara dan meningkatkan kesadaran bela negara.


Berikutnya adalah persiapan psikotes, untuk jelasnya baca kembali Bab V Persiapan Mengikuti Psikotes. Kalau di Kota atau daerah anda ada Klinik psikologi ada baiknya Anda berkunjung dan menyatakan niat Anda. Para psikolog biasanya sudah tahu apa yang akan disampaikannya kepada Anda. Ingat selama ini anggapan awam Psikotes merupakan satu hal yang menarik, karena banyak orang merasa bahwa psikoteslah yang menggagalkan keinginan mereka untuk bergabung dengan institusi yang mereka dambakan. Mereka merasa psikotes adalah satu hal yang sulit ditaklukkan dan membutuhkan persiapan khusus.Pengalaman banyak orang dalam menghadapi psikotes berbeda antara yang satu dan lain dan sebenarnya psikotes hanya sebagai alat yang dipakai untuk menentukan pekerjaan yang sesuai bagi seseorang sesuai dengan kejiwaannya. Jadi kalau jiwa Anda memang tidak sesuai untuk tugas-tugas prajurit, maka dalam psikotes Anda hal seperti itu akan jelas terlihat. Tapi kalau Anda tetap ingin jadi prajurit dan tidak peduli cocok atau tidak dengan panggilan jiwa Anda, maka hal itu dapat Anda lakukan dengan mempelajari secara sungguh-sungguh bagaimana sebenarnya jiwa seseorang yang cocok untuk prajurit. Maka bentuklah jiwa Anda seperti itu.Percayalah Anda pasti bisa.

Anda bisa baca pada Bab V Persiapan Menghadapi Psikotes. Misalnya Tes Kraeplien/Pauli. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon Prajurit TNI diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Karena itu Anda harus fokus, ulet dan tahan banting. Apapun yang terjadi Anda harus tetap fokus dan tidak terpengaruh. Intinya adalah Anda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ragam tes yang akan Anda hadapi.

Anda juga perlu memperkuat pengetahuan Umum anda, hal ini bisa dilakukan dengan jalan membaca dan mengikuti pemberitaan dalam media, baik itu TV atau media sosial lainnya seperti Facebook maupun tweetter. Kalau selama ini anda bersikap cuek bebek, maka itu harus anda ubah. Anda harus peduli dan tahu apa yang terjadi disekitar Anda mulai dari Dunia, regional (Asean), Indonesia, Jakarta dan Kota Anda. Ingat perinsip SIABIDIME atau 4 W + H yakni Siapa? Bilamana? Dimana? Dan Mengapa? Atau What (Apa), When (kapan), Where (di mana) + How ( Bagaimana). Jadi setiap anda membaca atau melihat TV maka pola siabidime ini harus anda terapkan. Kalau ternyata pemberitaan itu tidak lengkap maka anda harus lengkapi sendiri dengan mencari sumber-sumber informasi yang relevan, khususnya yang ada kaitannya dengan kehidupan prajurit. Sehingga pengetahuan umum Anda akan bertambah secara signifikan. Hal berikut yang perlu Anda perhatikan adalah kesiapan saat anda akan menghadapi kegiatan tes itu sendiri.  Dalam artian lakukan persiapan dengan baik. Jangan sampai Anda mendapat masalah karena perlengkapan yang Anda bawa kurang lengkap. Sudah pasti Anda harus membawa tanda identitas. Bawa KTP asli, dan bawa juga seluruh dokumen terkait proses lamaran (surat panggilan, kartu peserta, pengumuman, bahkan berkas lamaran). Begitu pula alat tulis yang diperlukan, bolpoin, penghapus tinta, pensil, karet penghapus, dan serutan pensil. Perhatikan pensil apa yang diminta, apakah 2B atau HB, atau jenis lain.

Siapkan perangkat cadangan, jangan sampai Anda kebingungan ketika bolpoin Anda tiba-tiba macet atau pensil Anda patah. Biasanya kecepatan kerja sangat diperlukan sehingga ketika macet atau patah. Lebih baik Anda sudah siap dengan cadangan dan tidak membuang waktu untuk mengganti isi bolpoin atau menyerut pensil. Bawa juga bekal makan siang dan minum karena kadang tidak disediakan. Kalau waktunya singkat, daripada Anda mengambil risiko terlambat karena harus antri di tukang bakso, lebih baik Anda membawa bekal makan siang sendiri. Kepentingannya adalah Anda siap secara fisik agar bisa bekerja optimal, jadi abaikan rasa malu karena “sudah gede kok bawa nasi dari rumah”. Kalau kebetulan Anda sedang batuk, siapkan permen pelega tenggorokan untuk mengurangi gangguan. Kalau ada hal lain yang Anda perlukan, seperti kacamata, tissue (kalau Anda sedang pilek), jangan lupa untuk membawanya. 

Hadir lebih awal

Selain untuk memastikan Anda tidak terlambat, hadir lebih awal juga membuat Anda sempat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Kalau Anda dari luar kota, maka carilah tempat kost atau hotel/pengenipan yang terdekat dengan lokasi Ujian atau Tes. Setidaknya ini akan mengurangi ketegangan. Jika Anda hendak membawa kendaraan sendiri, pastikan dulu beberapa hari sebelumnya apakah cukup mudah mencari tempat parkir di sana. Ingat, kadang peserta tes bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang. Jangan sampai Anda terlambat hanya karena berputar-putar mencari tempat parkir. Jika memungkinkan, lebih baik tidak usah membawa kendaraan sendiri. Kalau ada, mintalah kerabat Anda untuk mengantar dan meninggalkan Anda di tempat Tes.

Mengikuti proses registrasi dengan baik


Kadang-kadang sebelum Tes ada proses registrasi dahulu. Perhatikan penjelasan yang diberikan, mungkin Anda diminta mengantri dan menyiapkan sesuatu (misalnya KTP, surat panggilan, atau kartu peserta). Siapkan selagi Anda mengantri, sehingga di meja registrasi Anda tidak sibuk mencari-cari dari tas dan kebingungan ketika yang dicari terselip di antara barang-barang lain. Jangan keliru memberi data pada petugas registrasi dan perhatikan dimana ruang tes Anda, jangan sampai keliru masuk ruangan. Pastikan Anda sudah melihat Kursi Tes Anda.Apa yang diuraikan dalam buku ini memang benar-benar kebutuhan yang riel bagi seorang calon prajurit menghadapi Tes. Jangan lupa untuk selalu berdoa pada Tuhan yang maha Kuasa. Mintakan pertolongannya, kalau ini memang jalan hidupmu maka mintalah agar semuanya dimudahkan dan sebaliknya kalau ternyata bukan ini Jalan yang dipersiapkan untukmu maka mudahkanlah prosesnya. Setelah itu majulah dengan semangat percaya diri tetapi dengan tetap rendah hati dan sopan.



Sunday, December 10, 2017

Panglima TNI Berziarah ke Makam Jenderal Soedirman


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Minggu (10/12). Dalam kunjungan itu, Hadi berjanji akan melaksanakan pesan-pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin TNI.
Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara sekitar pukul 10.00. Selain didampingi sejumlah pejabat TNI, Hadi juga datang bersama beberapa pemimpin redaksi media massa nasional.
Dalam ziarah tersebut, Hadi duduk dan berdoa bersama di depan makam Panglima Besar Jenderal Soedirman. Setelah prosesi doa selesai, Hadi kemudian menaburkan bunga ke makam Jenderal Soedirman.
”Memang sudah niat saya sejak awal, sebelum saya memulai kerja saya di Mabes (Markas Besar) TNI, saya akan nyekar dulu ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman,” kata Hadi seusai berziarah.
Memang sudah niat saya sejak awal, sebelum saya memulai kerja saya di Mabes TNI, saya akan nyekar dulu ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Hadi menuturkan, Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan tokoh penting dalam sejarah TNI. Dia menambahkan, Panglima Besar Jenderal Soedirman juga merupakan tokoh yang meletakkan nilai-nilai dasar TNI. ”Panglima Besar Jenderal Soedirman telah memberikan nilai-nilai dasar kepada TNI, yaitu menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.


Hadi menambahkan, sebagai Panglima TNI, dirinya siap melaksanakan semua pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman. ”Pesan-pesan yang disampaikan beliau (Panglima Besar Jenderal Soedirman) dalam tulisannya semuanya akan saya laksanakan dalam rangka membangun TNI yang profesional dan modern. Semuanya adalah demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tuturnya.
Panglima Besar Jenderal Soedirman telah memberikan nilai-nilai dasar kepada TNI, yaitu menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi (kiri), dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono saling berjabat tangan seusai acara pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12). Marsekal Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Selain berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, Hadi juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Perjuangan TNI AU di daerah Ngoto, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan itu, Hadi juga sekaligus berziarah ke makam dua tokoh TNI Angkatan Udara, yakni Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh, yang terletak di kompleks Monumen Perjuangan TNI AU di Ngoto.
”Dari makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, saya akan menuju ke Ngoto, tempat dimakamkannya pahlawan nasional Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh,” ungkap Hadi.
Sumber : Oleh Haris Firdaus, Kompas.id, 10 Desember 2017

Saturday, November 25, 2017

Prestasi Menembak TNI Sungguh Membanggakan


Prestasi Menembak TNI Sungguh Membanggakan

Prestasi membanggakan kembali diraih Tentara Nasional Indonesia (TNI) di ajang ASEAN Army Riffle Meet (AARM) 2017 di Singapura. Sebuah foto yang diunggah Pusat Penerangan TNI di laman Facebook dan Twitter menunjukkan pemandangan tak biasa.Bagaimana tidak, SELURUH PODIUM dalam laga perdana kompetisi menembak tingkat Asia Tenggara itu diisi oleh TNI.
Tiga bendera Merah Putih tampak dikibarkan, tidak menyisakan juara dari kontingen negara lain.
Dalam keterangan yang diunggah akun Pusat Penerangan TNI, diketahui bahwa TNI menyapu bersih laga perdana Senapan, juara 1, 2 dan 3. Postingan itupun mendapatkan apresiasi dari warganet.Mereka ramai memberikan selamat kepada TNI.


Dasthika Maya Hahahahah Ini terlaluuuuuu, terlaluuuu serakah.... Masa 123 dr RI, Yg lain cm jd penonton sajaa #tentara ku memang pada sintink.... Di borong semua hadiah, Buat yg dr negara lain, maaf yaa anda belum beruntung, dan kelas anda masih di bawah TNI hehehe
Agus Herdian Apa tni terlalu kuat utk mereka apa memang sdh tdk semangat serdadu neg lain kalo tni ikut kejuaraan menembak yak.... Abisnya menang mulu sih... hehehe. BRAVO TNI KU. Jaya selalu.. aamiin.
Max Umbu Andi Mantap, Salut memang abang-abang TNI luar biasa... Semoga seluruh TNI selalu diberikan kesehatan yang baik dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugas yg diembannya... Amin.
Izaki Vixi andaisaja alutsista kita lebih menonjol, dan ditambah lagi pasukan kita yg sudah luar biasa hebatnya,, apalah daya negara2 lainnya pasti ciut nyali untuk ngbrolin soal Indonesia
Kamil Elmuslim waaw ... harusnya yg begini yg yg diapresiasi luar biasa, saat pulang disambut di istana, krn mengharumkan nama bangsa, menunjuikkan kpd dunia bahwa ini lho anak indonesia, hebat !
bukan yg mampu menyebut nama ikan dan burung aja yg diapresiasi oleh pemerintah.



Prestasi gemilang TNI di ajang AARM tak hanya kali ini saja loh. Setahun sebelumnya, Indonesia berhasil menjadi juara umum di ajang AARM 2016 di Filipina.

Kontingen TNI AD menjadi juara umum ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26 tahun 2016 yang dilaksanakan di Filipina. (Dokumen Dispenad)

Kompetisi menembak tersebut dilaksanakan sejak 21 November hingga 7 Desember 2016. Mengutip Kompas.com, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Sabrar Fadhilah mengatakan, tim petembak TNI AD sulit ditandingi oleh petembak angkatan darat negara ASEAN lainnya setelah pada hari terakhir pertandingan memperoleh 21 medali emas, 15 perak, 14 perunggu, dan 6 piala.
"Para petembak TNI Angkatan Darat berhasil dikukuhkan sebagai juara umum saat upacara penutupan pertandingan yang dihadiri oleh semua kepala staf angkatan darat negara ASEAN hari ini," ujar Sabrar melalui keterangan tertulis, Rabu (7/12/2016). ( Dari berbagai sumber )