Showing posts with label penugsan prajurit. Show all posts
Showing posts with label penugsan prajurit. Show all posts

Friday, June 30, 2023

Tes Masuk Prajurit TNI Persiapkan Dirimu Sebaik Baiknya

Selekasi TNI Intinya persiapan yang baik. Tahu Prosesnya, sehat fisik& jiwa & lulus tes kesemaptaan &akademisnya. Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Harus tahu apa saja yang akan di tes itu. Tahu persiapan administrasi, fisik, psiko tes dan akademis Dll. Kemudian Baru Anda Melakukan latihannya.


Apakah Kamu sudah bisa memperoleh Nilai seperti ini ? Lari harus bisa 2800 meter per 12 menit. Pull Up 18 kali. Pusp Up 43 kali. Sit Up 43 kali dan sutlle Run 17 detik. Kalau standar ini belum bisa anda capai. Ya Sebaiknya Baca Dulu E-Book ini.

Syarat rekrutmen TNI tahun 2023 semakin menarik. Sejumlah syarat rekrutmen TNI tahun 2022 dihapus karena dianggap tidak relevan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah syarat dalam rekrutmen TNI mulai tahun 2022.  Beberapa  syarat rekrutmen TNI tahun 2022 yang dihapus adalah mekanisme TES RENANG,TES AKADEMIK & TES KEPRA WANAN juga mencabut KETENTUAN LARANGAN KETURUNAN PARTAI TERLARANG, Partai Komunis Indonesia (PKI), dari daftar persyaratan rekrutmen prajurit TNI.

Panglima  menjelaskan, mekanisme penerimaan prajurit juga tak perlu lagi menerapkan tes akademik. Menurut dia, dalam bidang akademik, cukup mengambil dari nilai ijazah. Tes akademik ini sudah ambil saja IPK, terus transkripnya. Ijazah SMA itulah nilai akademik mereka.“Enggak usah lagi ada tes akademik, tes akademik ya tadi, ijazahnya tadi. Kalau ada ujian nasional, udah itu lebih akurat lagi.

Panglima juga memutuskan untuk memperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti seleksi prajurit TNI. Langkah ini ditempuh Andika dengan mencabut ketentuan yang selama ini diterapkan dalam proses seleksi prajurit, yakni keturunan PKI dilarang mengikuti proses seleksi prajurit. Selama ini yang jadi acuan untuk melarang  keturunan PKI untuk mendaftar di TNI adalah TAP MPRS No 25 Tahun 1966.

 


Demikian juga dengan Tes keperawanan untuk calon prajurit TNI wanita, kini sudah dihapuskan dan tak ada lagi dalam rangkaian seleksi penerimaan calon prajurit. Dihapusnya tes keperawanan, disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI Budiman, yang mengatakan semua matra sudah menghapus tes tersebut. “(Penghapusan tes keperawanan) sudah efektif (berlaku). Sudah diberlakukan untuk seluruh matra, baik darat, laut maupun udara,” kata Budiman, usai Rakor Teknis Kesehatan Tahun 2022 di Mabes TNI, Rabu, 13 April 2022.

Persiapkan Mentalmu Ikut Seleksi

Jangan Terpengaruh Isu Negatip-Seleksi Ini Gratis dan Transparan. Kamu Harus Tahu Sarat, Cara & Prosedurnya dan Tempat Pendaftarannya. Miliki Mental Pro Aktip dan Tanggap serta Tumbuhkan SemangatMu. 

PersiapanKan Mental Ideologi-Kau Harus Tahu Jati Diri Prajurit TNI.

Proses pembentukan Mental Ideologi Pancasila; Kekuatan Jati Diri Pancasila; Ancaman Terhadap Pancasila; Panca Sila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa; Panca Sila dalam pendidikan Nasional. Pahami Pengertiannya dan Ingat Contoh-contohnya.

Matangkan PersiapanMu Mengikuti Tes Psikologi. 

Tes ini hanya untuk memastikan apakah Kau Memang Punya Kualifikasi atau Cocok Jadi Prajurit TNI? Tapi Tes ini Adalah Tes Yang Paling Ditakuti Para Calon Prajurit. 

Anda perlu paham menghadapi Wawancara Dalam Psikotes. Tahu Tes Psikologi masuk prajurit TNI Seperti : Tes Logika Aritmatika; Tes Logika Penalaran; Tes Analog Verbal; Tes Kraplien/Pauli; Tes Wartegg; Baum Test atau Menggambar Pohon; Draw a Man Test; Army Alpha Inteligence Test; Edward Personal Preference Schdule (EPPS) dan TPA tes potensi akademik berikut contoh-contohnya. 

Menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita dan banyak didambakan para pemuda. Tak heran, banyak orang berusaha mati-matian demi masuk TNI. Hal tersebut seperti itu dilakukan oleh seorang putra Satpam,  Favian Satriya Nugraha. Ia pernah gagal sebanyak delapan kali. Tapi ia merasa hal itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sakit memang, tetapi hal itu dia terima sebagai sesuatu yang wajar. Dia tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk bisa mewujudkan mimpinya. Ahirnya ia benar-benar Jadi Seorang Prajurit.

8 Kali Gagal Tes Tapi Jadi Prajurit TNI juga

Menjadi Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan cita-cita dan banyak didambakan para pemuda. Tak heran, banyak orang berusaha mati-matian demi masuk TNI. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh seorang anak Satpam,  bernama Favian Satriya Nugraha. Ia pernah gagal sebanyak delapan kali. Tapi ia merasa hal itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sakit memang, tetapi hal itu dia terima sebagai sesuatu yang wajar. Dia tak pernah menyerah dan terus berusaha untuk bisa mewujudkan mimpinya. Mencoba peruntungan dengan mendaftar sejak tahun 2017 lalu, tetapi gagal. Favian mengalami 8 kali kegagalan dalam usahanya itu. Bayangkan. “Lulus sekolah itu 2017 ia langsung daftar di Angkatan Darat, ternyata ia gagal di kesehatan. Lalu dia mencoba mempersiapkan diri memperbaiki apa yang kurang dan coba lagi tapi ya gagal lagi,” kata Favian. Setelah lebih dari 4 kali gagal, Favian mengatakan bahwa ia sempat mendaftar kuliah sambil tetap mempersiapkan diri untuk pendaftaran prajurit TNI pada tahun berikutnya. “Kuliah sambil daftar digelombang kedua Catam AL 2019 kali ini dia gagal  di tes psiko 2. Terus coba lagi di 2020 Catam AD gelombang 2, kali ini ia juga  gagal lagi, tapi bukan karena tidak “lulus” tetapi memang  alokasi yang terbatasa. Berarti nilainya masih kurang. Dan pada tahun 2021, ia coba lagi dan akhirnya Lulus. Kini ia siap untuk menjadi prajurit TNI yang terbaik yang ia bisa.



 



Sunday, December 10, 2017

Panglima TNI Berziarah ke Makam Jenderal Soedirman


Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Kota Yogyakarta, Minggu (10/12). Dalam kunjungan itu, Hadi berjanji akan melaksanakan pesan-pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin TNI.
Marsekal Hadi Tjahjanto dan rombongan tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara sekitar pukul 10.00. Selain didampingi sejumlah pejabat TNI, Hadi juga datang bersama beberapa pemimpin redaksi media massa nasional.
Dalam ziarah tersebut, Hadi duduk dan berdoa bersama di depan makam Panglima Besar Jenderal Soedirman. Setelah prosesi doa selesai, Hadi kemudian menaburkan bunga ke makam Jenderal Soedirman.
”Memang sudah niat saya sejak awal, sebelum saya memulai kerja saya di Mabes (Markas Besar) TNI, saya akan nyekar dulu ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman,” kata Hadi seusai berziarah.
Memang sudah niat saya sejak awal, sebelum saya memulai kerja saya di Mabes TNI, saya akan nyekar dulu ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Hadi menuturkan, Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan tokoh penting dalam sejarah TNI. Dia menambahkan, Panglima Besar Jenderal Soedirman juga merupakan tokoh yang meletakkan nilai-nilai dasar TNI. ”Panglima Besar Jenderal Soedirman telah memberikan nilai-nilai dasar kepada TNI, yaitu menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ujarnya.


Hadi menambahkan, sebagai Panglima TNI, dirinya siap melaksanakan semua pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman. ”Pesan-pesan yang disampaikan beliau (Panglima Besar Jenderal Soedirman) dalam tulisannya semuanya akan saya laksanakan dalam rangka membangun TNI yang profesional dan modern. Semuanya adalah demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tuturnya.
Panglima Besar Jenderal Soedirman telah memberikan nilai-nilai dasar kepada TNI, yaitu menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi (kiri), dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono saling berjabat tangan seusai acara pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/12). Marsekal Hadi Tjahjanto dilantik sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Selain berziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, Hadi juga dijadwalkan mengunjungi Monumen Perjuangan TNI AU di daerah Ngoto, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan itu, Hadi juga sekaligus berziarah ke makam dua tokoh TNI Angkatan Udara, yakni Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh, yang terletak di kompleks Monumen Perjuangan TNI AU di Ngoto.
”Dari makam Panglima Besar Jenderal Soedirman, saya akan menuju ke Ngoto, tempat dimakamkannya pahlawan nasional Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh,” ungkap Hadi.
Sumber : Oleh Haris Firdaus, Kompas.id, 10 Desember 2017

Thursday, June 30, 2016

Memperkuat Pertahanan TNI di Perairan Natuna

Memperkuat Pertahanan Perairan Natuna

Kita bersukur, karena kegiatan illegal fishing Tiongkok ini telah memberikan kesadaran baru bagi TNI untuk segera memperkuat system pertahanannya di wilayah itu. Lanud Ranai akan di tingkatkan tipenya dari C ke B. “Sekarang kita usulkan, Natuna itu kita bikin seperti kapal induk kita. Jadi basis militer yang kuat, AL, dan AU di sana,” ujar Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, 23 Maret 2016 yang lalu. Dengan Lanud Ranai  jadi tipe B, maka ia akan dapat berperan sebagai pusat pengendali lalu lintas udara di wilayah itu,  juga sebagai bunker logistik dan amunisi, untuk mensuplai perbekalan bagi pesawat-pesawat tempur TNI AU yang berpatroli di sekitar perairan tersebut.

Demikian juga dengan TNI Angkatan Udara akan menyiagakan empat unit pasukan khusus Korps Pasukan Khas (PASKHAS), di Pulau Natuna Besar. Pasukan ini dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara Oerlikon Skyshield buatan Rheinmetall. Sistem rudal Oerlikon Skyshield merupakan sistem pertahanan udara modular termasuk meriam multirole otomatis 35 mm yang dapat menembak jatuh pesawat.  Saat ini baru pangkalan TNI AU Supadio, Halim Perdanakusuma, dan pangkalan udara Hasanuddin, yang sudah menggunakan sistem persenjataan ini. Tapi bagaimana realisasinya? Masih sangat tergantung kemampuan anggaran pemerintah.
Hanggar tambahan juga baru akan disiapkan agar bisa menampung delapan pesawat tempur di pangkalan udara Ranai. Pesawat-pesawat tempur itu mencakup pesawat jet tempur Su-27, Su-30, F -16 yang hendak dibeli, dan fasilitas skuadron kendaraan udara tak berawak (UAV).
Rencananya ( sejak tahun 2012) akan ada tambahan 1 batalion Infantri dari Bukit Barisan. Markas batalion tersebut berada di daerah Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur dengan nama Batalion Infanteri 135. Saat ini di sana baru ada dua Kompi C dan D dari Batalyon 134/Raider (Batam). Untuk membangun markas dan sarananya memerlukan anggaran dan waktu. Begitu juga dengan rencana untuk menyiagakan 4 helikopter AH-64E Apache di Natuna tentu perlu infrastruktur. Dalam darurat tentu bisa saja memanfaatkan Bivak dan bersifat mobile. Tetapi untuk mengoperasikan Heli sekelas Apache memerlukan sarana khusus dan itu perlu dipersiapkan.
Indonesia yang luas, memerlukan system pertahanan yang kuat dan terintegrasi. Sekarang ini, kemampuan negara baru sebatas bisa membiayai personilnya saja. Dalam arti yang sebenarnya, gelar kekuatan TNI kita itu masih bagian dari masalah. Menjadi masalah karena sarananya dan prasarananya tidak bisa mendukung. Seperti pasukan TNI kita yang digelar di sepanjang perbatasan. Pos nya sangat sederhana, tidak ada sarana penunjang berteknologi. Posko posko itu tidak beda jauh dari Pos hansip yang kita kenal. Untuk drop logistik mereka saja masih persoalan utama. Untuk melahirkan TNI yang professional, membutuhkan negara yang kuat secara ekonomi dan terbebas dari korupsi. Kesadaran kearah itu harus ada pada setiap lini kehidupan anak bangsa.